Wedatama Ginelar Buka Ngarsopuro
Guna melestarikan budaya dan karya Jawa di Kota Solo serta menandai dibukanya Koridor Ngarsopuro, sejumlah acara budaya digelar di kompleks Pasar Ngarsopuro, Jumat (25/12).
Diberi nama Wedatama Ginelar, acara tersebut menampilkan sejumlah tarian-tarian tradisional serta kontemporer yang berisi perpaduan antara tari-tarian Jawa dengan dance modern. Acara tersebut semakin meriah dengan tampilnya iring-iringan sepeda low rider mengiringi penampilan tari Bambangan Ceki yang merupakan perpaduan menarik antara tari tradisional dengan tari modern.
“Arti Wedatama Ginelar sendiri merupakan pertunjukan puisi jawa yang masih tetap aktual untuk dikomunikasikan sebagai teks yang memberikan stimulan untuk berlefleksi dalam kehidupan, zaman yang terus bergerak,” ujar Heru Mataya Ketua panitia
Heru menambahkan, Sebuah puisi Jawa karya Mangkoenegoro IV yang ditulis pada tahun 1853-1881 menjadi inspirasi dalam pentas pertunjukan tari yang ditampilkan. Menurutnya, dalam puisi tersebut, terdapat ajaran kepada anak muda untuk menjauhkan diri dari nafsu angkara, menjiwai ilmu luhur di tanah Jawa dan agama sebagai pegangan yang baik. “Isi puisi inilah yang harusnya saat ini dijiwai anak muda,” ujarnya
Meramaikan tersebut, turut hadir pula pentas karawitan anak-anak dan wayang yang juga ikut serta dalam acara Widatama Ginelar yang dibuka oleh Walikota Surakarta Joko Widodo (Jokowi).
Acara ini Juga di ikuti dengan peresmian Koridor Ngarsopuro oleh Walikota Surakarta Joko Widodo. “Diharapkan Ngarsopura dapat menjadi tempat cagar budaya Surakarta dan tempat percontohan lokasi budaya kedepanya nanti,” kata Heru. (mal)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar